Muhammad : Baca Sirah Rasa Novel

Friday, 08. 10. 2007  –  Category: Buku, Islam

Salah satu sumber ajaran islam adalah dari sejarah hidup Rasulullah SAW. Hal ini sudah kufahami betul sehingga sudah sedari dulu aku berniat untuk mengkhatamkan paling tidak satu judul sirah Nabi SAW.

Buku sirah pertama yang kubeli adalah Sirah Nabawiyah karya Syaikh Mubarakfury seharga Rp. 65.000,- kira-kira 2 tahun yang lalu. Pada mulanya memang cukup antusias diri ini membaca.. akan tetapi seiring bertambahnya jumlah halaman yang terbaca.. semakin menipis pula semangat ini untuk melanjutkannya dikarenakan bertambahnya tingkat kebosanan selamamembaca kitab tersebut.

Akhirnya, kira-kira pada bab Bai’at Aqobah II, terhentilah upaya pertamaku untuk mengkhatamkan sebuah kitab sirah. Terlalu berbau buku sejarah.. itulah alasan yang membuatku sulit untuk mengkhatamkannya, gaya penulisan yang terlalu ilmiah membuatku cepat bosan.

Beralih dari Sirah Nabawiyah, aku melirik beberapa judul sirah lain untuk dibaca, namun secara umum tidak ada yang benar-benar membuatku tertarik. Hampir semua sirah yang kutemui tidak memberikan kesan berbeda sehingga rasa trauma putus di tengah jalan menghalangiku untuk membeli sirah-sirah tersebut.

Namun demikian, suatu hari aku pergi ke Toga Mas, niat awalnya sih liat-liat Harry Potter jilid 7 yang baru aja keluar, tapi entah kenapa ketika melihat sebuah buku yang dipajang berjudul Muhammad ini, aku tertarik dan mulai membuka-buka beberapa halaman sambil membacanya.. Tidak seperti biasanya, kali ini aku merasa buku ini lebih seperti novel daripada sirah, baik itu dilihat dari fisiknya, layoutnya, sampai dengan gaya penulisannya..

Ternyata buku ini ditulis oleh seorang muallaf bernama Martin Lings, dan edisi asli ditulis dalam bahasa Inggris, kemudian sampai ke Indonesia setelah diterjemahkan oleh penerbit Serambi yang juga menebitkan terjemahan buku fenomenal karya Dan Brown : Angels & Demons, serta The Da Vinci Code. Buku ini terpilih sebagai biografi Nabi terbaik dalam bahasa Inggris pada konferensi Sirah Nasional di Islamabad tahun 1983. Sejak itu karya ini telah dipublikasikan dalam bahasa Prancis, Italia, Spanyol, Turki, Belanda, Tamil, Arab, Jerman, Urdu, dan sekarang, Indonesia. Pada 1990, setelah buku ini berhasil mencuri perhatian Universitas al-Azhar Kairo, penulisnya menerima bintang kehormatan dari Presiden Hosni Mubarak. Sumber-sumber yang digunakan pun tidak hanya berasal dari Qur’an dan Hadits, melainkan juga dari literatur-literatur klasik lain, termasuk diantaranya Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

Akhirnya, kuputuskan untuk membeli buku seharga Rp 69.000,- (sebelum diskon 20%) ini. Dan saat ini sedang dalam proses untuk mengkhatamkannya. Namun yang jelas, secara keseluruhan aku cukup enjoy dengan gaya bahasa Martin Lings, tidak cepat membuat bosan.

Sebenarnya ada 1 judul lagi yang sedikit membuat hati ini tertarik, yakni sirah terbitan Mardiyah Press yang diberi pengantar oleh Syaikh Qardhowi. Satu hal yang membuatku cukup tertarik adalah lampiran gambar peta-peta jazirah arab pada abad ke-6 Masehi yang cukup membantu pengilustrasian kejadian-kejadian yang ada dalam sirah tersebut. Tapi entah kenapa sampai sekarang aku belum juga membelinya.. Mudah-mudahan nanti ada rezeki buat beli buku itu.. kayaknya bagus deh.. Yang jelas, sirah yang ada dikhatamin dulu..

3 Responses to “Muhammad : Baca Sirah Rasa Novel”

  1. fauzan.sa Says:

    Fie, kalo kita sama2 sudah tamatkan sirah milik kita, kamu mau tukeran? Habis ramadhan gimana? Saya punya yang terbitan mardiyah press.

    Ohya, barternya tambahin dong. ling’s sirah + HP7 untuk mardiah press’ sirah. Gimana? :D

  2. raf03 Says:

    wah.. barternya ga seimbang nih.. ntar jadi riba dong :D hehehe.. tenang aja akhi, ntar kalo dah selesai baca sirahnya kita bisa saling pinjam.
    Kalo HP7nya antu tapinjemin aja, ga usah masuk bagian pertukaran.. begitu??

  3. Resolusi Tahun Baru Yang Gagal « Tosap Aja Says:

    [...] Muhammad | Martin Lings | review: deje, raf’ie [...]

Leave a Reply