Siapa sih yang tak kenal UGM?? Universitas terbesar di Indonesia yang baru-baru ini dinobatkan sebagai yang terbaik di Indonesia oleh Times Higher Educatin Supplement (THES-QS) World Top University Rangkings 2007. Bahkan dari sumber yang sama disebutkan kalo UGM berada di peringkat 360 di seluruh dunia, di atas ITB (369) dan UI (395). Sungguh suatu prestasi yang membanggakan.
Tapi tunggu dulu.. ternyata survey ini hanya didasarkan pada 4 komponen; kualitas riset (Research Quality), penerimaan dunia kerja terhadap lulusan (Graduate Employability), pandangan luar negeri (International Outlook), dan kualitas pengajaran (Teaching Quality). Seandainya ada komponen ke-5 yang disertakan, yakni administrasi & transparansi.. entah bakal terjun bebas ke urutan berapa ini Universitas. Lho kok bisa? Emangnya ada apa??
Begini ceritanya.. Selasa pekan lalu aku bersama teman-teman mengurus surat tanda lunas pembayaran SPMA, SPP, & BOP ke KPTU FT UGM..setelang ngisi blangko, aku disuruh nunggu beberapa hari untuk mendapatkan surat yang telah ditandatangani itu. Nah.. hari selasa kemarin aku dikejutkan dengan berita tidak enak dari teman-temanku.. Ternyata ada 4 orang diantara kami yang tidak mendapatkan surat tanda lunas karena disinyalir masih nunggak SPMA yang besarnya berbeda-beda.. aku dituduh belum melunasi 1,25 juta, sementara temanku yang lain ada yang 4 juta, ada juga yang 5 juta, dan yang satu lagi aku lupa dituduh nunggak berapa.
Waduh… enak aja nih UGM.. jelas-jelas kita berempat sudah melunasi SPMA di tahun pertama kuliah disini, kok bisa-bisanya dibilang masih nunggak?? Satu orang temanku ternyata masih menyimpan bukti pembayaran SPMA nya yang 5 juta itu sehingga selesailah kasus untuk dirinya.. Tapi untuk aku dan 2 orang temanku lainnya masalah ini tidak selesai begitu saja.. Temanku pun coba mengurus ke Gedung Pusat, ke Bank, dll.. tapi semua jawaban sama; Anda belum melunasi SPMA sebesar 4 juta. Dipingpong kesana kemari, akhirnya kami pun kembali ke KPTU FT UGM. Disana memang diberikan salah satu alternatif solusi; Bikin surat pernyataan dari orang tua beserta waktu pembayaran cicilan SPMA beserta besarnya.
Waduh lagi… cicilan pertama sih aku ingat pas awal registrasi dulu, cicilan kedua bulan desember 2003 pas mau Ujian Akhir Semester 1 (karena slipnya aku cari-cari masih ketemu), tapi cicilan ketiga… bulan apa aku lupa… yang jelas sebelum Ujian Akhir Semester 2 aku sudah bayar. Dan bisa dipastikan aku sudah bayar karena syarat ikut UAS saat itu adalah melampirkan bukti tanda lunas SPMA, SPP, & BOP. Kalau aku waktu itu belum lunas, bagaimana mungkin aku bisa ikut Ujian Akhir Semester 2?? Bahkan bisa bertahan di Semester 9 sampai sekarang… Benar-benar gak masuk akal!!
Sampai detik ini, segala macam upaya sedang kutempuh agar Surat Tanda Lunas itu bisa kudapatkan tanpa harus membayar ulang 1,25juta untuk UGM “tercinta” ini. Ada penyesalan besar dalam diriku, kenapa dulu begitu tsiqah sama UGM. Harusnya memang semua bukti-bukti pembayaran sejak dari awal registrasi sampai semester akhir ini, termasuk semua biaya SPMA, SPP, BOP, POTMATEK, Administrasi KKN, dll..
Tapi biar bagaimanapun juga, kesalahan tidak sepenuhnya berada di tanganku & teman-teman yang tidak menyimpan bukti-bukti itu dengan baik. Sebagai Universitas “Terbaik” di Indonesia, pantaskah UGM memiliki sistem administrasi yang buruk semacam ini??
Kalau memang aku & teman-temanku disinyalir belum lunas SPMA, kenapa tidak dari dulu kami diberi peringatan.. kenapa juga kami bisa melalui Ujian Akhir berkali-kali & selalu bisa heregistrasi untuk semester berikutnya. Bukankah aturan di UGM saat itu sangat jelas; SPMA harus sudah dilunasi pada tahun kedua, sementara saat ini kami angkatan 2003 sudah menginjak tahun kelima di kampus “kerakyatan” ini.
Dalam kasus seperti ini, hanya ada dua kemungkinan kesalahan yang dilakukan oleh UGM;
1. Sistem Administrasi yang sangat buruk sehingga pencatatan pembayaran kami bisa hilang entah kemana.
2. Terjadi penyelewengan dana oleh oknum di lingkungan UGM seperti yang terjadi di SMA 8 Yogyakarta.
Duh Gusti… kalau sudah begini, apa masih layak jadi Universitas Terbaik di Indonesia??
November 28th, 2007 at 9:52
bakar!!!
bakar!!!
bakar!!!
November 28th, 2007 at 9:57
MasyaAllah, iya to mas.
), tapi sayang man-behind-the-gun yang jelek. Mosok salah setting bola-bali, sampai2 saya dipingpong 4x bolak-balik gedung rektorat -> GSP -> bank mandiri -> GSP -> gedung rektorat, dst dst, sampai 4 kali set. Itu cuma gara-gara operatornya ga dongan. Wo nek besok sampai SPMA ku ilang catatannya… wo…
Nek saya dulu pas registrasi mahasiswa baru (2007), SPMA saya dicicil 5 semester. Tapi, sistemnya kelihatannya dah oke kok (soale pakai teknologi IT gitu
November 28th, 2007 at 11:06
Ojo ngono…..
aku dhewe yo mbuh sih… soale aku rung ngurus… dan bukti2 pembayaran ku yo wes ilang…. tapi mending digawe ra terlalu mumet sik…..
omong2, cobo kowe ketemu bu suning… mbiyen kapan kae ( sem 3 red ) aku pernah butuh bukti pembayaran kuwi… terus aku ketemu karo bu suning… terus diusahakke kok karo bu suning…. jajal wae….
November 28th, 2007 at 12:54
tawur tawur tawur
November 28th, 2007 at 14:43
tulis aja di KR, surat pembaca kalo bener-bener merasa bener… tapi sayang kok bawa-bawa SMA 8 segala… nggak nyambung!
November 28th, 2007 at 16:15
bis-e diobong bis-e diobong
walah yo dinggo pelajaran dinggo adik2 angkatan
bukti ojo nganti ilang……….
November 28th, 2007 at 20:12
hahah, SPMA = Sumbangan Pelaku Monopoli Anggaran
Laporkan Bawasda segera yuk …
November 29th, 2007 at 8:38
Iya raf indikasi penyelewengan dana sangat kuat, baunya busuk banget. Seandainya kita punya bukti pembayaran, tentu kita akan mikir “Lalu kemana uang 4 juta yang tak kasih ke UGM ???”. Nah lho, kalo gak ada transparansi administrasi bisa - bisa dana yang dibayarkan kita dan temen2 diselewengkan entah kemana. Atau masuk ke pundi2 orang yang tidak bertanggung jawab.
November 29th, 2007 at 10:13
@anung
tapi biar bagaimanapun juga aku tidak akan diam saja.. LAWAN!!
kita tidak mengenal manhaj kekerasan akh.
@YoHang
hati-hati lho.. tsiqah pada pihak yang salah adalah awal dari bencana seperti yang aku alami ini.. lebih baik berhati-hati daripada kejadian di belakang hari..
Waspadalah!! Waspadalah!! Waspadalah!!
@catur
masalahe iki neng Fakultas tur, dudu neng jurusan. Aku wis nemoni pak Yatman dan beliau berjanji akan membantu sebisanya. Aku maklum kok nek beliau tidak akan bisa berbuat banyak, lha wong pancen datane seko nduwur ora ono.. trus piye nek ngono kuwi??
btw.. thanx sarane nemoni bu Suning, mungkin kapan2 ta’jajale.
@rommy
idem sama anung
@hanif
Nulis di KR & Kompas sudah masuk dalam rencana perlawananku.. tapi sekarang aku mencoba menempuh jalur birokrasi & diplomasi dulu..
Masalah SMA 8.. kok bisa gak nyambung?? Lha disana kan sudah terbukti ada penyelewangan dana oleh oknum Kepsek & Kabag TU.. Siapa tau kasusku ini juga bakalan mengarah kesitu nantinya??
@tito
yup, memang aku juga dapet pelajaran bahwa bukti2 itu seharusnya disimpan baik2..
tapi tetep saja, UGM telah melakukan sebuah kesalahan besar.. mereka harus bertanggungjawab menyelesaikan permasalahanku & teman2 ini, serta memastikan kasus semacam ini tidak terulang lagi di kemudian hari..
Universitas terbaik kok administrasinya kacau balau begini.. gak pantes banget gitu loh..
@sunu wibirama
yup… UGM memang harus diaudit oleh lembaga luar. Kalau perlu sekalian saja kita laporkan ke BPK & KPK.
@gentur widyaputra
iya.. seperti yang sudah kutulis di atas; dalam kasus semacam ini tampak jelas bahwa administrasi UGM itu memang carut marut, dan lebih dari itu, ada indikasi kuat terjadinya penyelewengan dana..
lha dana SPMA teman2 kita yang tidak tercatat padahal mereka jelas2 masih punya bukti pembayaran itu selama ini larinya kemana??
November 30th, 2007 at 10:08
ya…
untung aja kamu nyimpen buktinya,
yang sabar ya??
gimanapun kita udah jadi anaknya ugm,
selagi masih bisa,
musti sabar kan ya??
kalo ga bisa lagi,
ya…
kapan2 kita buat forum ya buat bahas ini,
o.k.e???
November 30th, 2007 at 11:38
[...] PS: Baru-baru ini, salah seorang kakak angkatan di UGM, yang sudah akan lulus, terpaksa harus pusing-pusing lagi, setelah SPMA-nya zaman dulu, dinyatakan hilang oleh pihak administrasi pembayaran UGM. Baca di sini. [...]
November 30th, 2007 at 12:02
=))
Wahahahahahahahah
Gimana bisa jadi kelas dunia
Dah hijrah ke Carnegie Mellon University aja
Atau kumpulin orang buat demo…
Aneh banget sih, masa sana ga ada catatan ttg bukti pembayaran SPMA?
Kalo misalpun belum bayar, kenapa ga diminta dari dulu2 aja?
Payah….
December 1st, 2007 at 10:59
Kalo mau jujur:
Research Quality: jelas UGM lebih banyak dari ITB karena jumlah fakultas lebih banyak. Paper yg keluar pasti lebih banyak. ITB daripada riset2 mending bikin industri, secara institut teknologi gitu loh (riset yang dijalani yg ada hubunganya ama industri)
bagian ini bobot penilaiannya adlah 60% dengan 40% pengisi angket adalah peer review.
Definition of Indicators
Peer Review: Over 190,000 academics were emailed a request to complete our online survey this year. Over 1600 responded - contributing to our response universe of 3,703 unique responses in the last three years. Previous respondents are given the opportunity to update their response.
Kalo mau bandingkan fakultas tekniknya UGM ama ITB (minus science & art nya)
December 3rd, 2007 at 19:22
sabar aja ya mas ambila aja hikmahnya. untuk lain kalinya mas arus teliti n selalu menyimpan bukti-bukti pembayaranya. trus langkah selanjunya mas harus berjuang menuntuk hak mas. trus banyak konsling ama teman teman aktifis di sana. tetap semagatnya mas n trus berjuang.
December 6th, 2007 at 6:47
ra kuliah nang ugm dadi yo…. mbooh tapi sama di kampus ku yo ngono biasalah birokrasi komplex didikan pancasila,p4 indonesa banget
December 7th, 2007 at 3:53
emang lah.. saya juga ngerasa sendiri gimana kompleksnya birokrasi di kampus saya.. ihiks..ngurus ijin aja kesana-kemari.
December 10th, 2007 at 13:59
UGM dari dulu mang biangnya birokrasi. Mungkin ini peninggalan kerajaan mataram :D. Administrasinya aduhai bikin bete. Capee dee.. Soal peringkat, Yayan bilang kalo ITB lebih banyak bikin industri ketimbang riset. Trus kalo mo fair bandingin fakultas teknik minus social science ma itb. Kalo menurut gw sih baik itb ma ugm sama aja gak bagusnya, he..he..Lulusan itb banyak jadi politisi dan birokrat di bumn. Hasilnya? Ya liat sendiri aja deh. Ekonomi makro jadi dodol, pertumbuhan mandeg (oxymoron -> pertumbuhan kok mandeg? he..he..), monopoli, miskin daya saing dan kualitas buruk.Udah gitu lulusannya juga pada chauvinis, merasa terbaik (atau pengen dianggap terbaik? weleh, capee dee. Hari gini gitu loh, informasi dah gampang diakses bro..) Lulusan ugm banyak jg jadi birokrat, terutama di pemerintahan daerah dan pusat. Akibatnya? sama aja, bobrok juga yak.. he..he. Mental birokrat bergaya priyayi bikin capek aja, gak produktif. Trus yang bagus sapa? Ya sapa aja yang gak korup, gak melorotin duwit rakyat/negara, gak chauvinis, gak berotak cetek, gak birokratis. Gitu deh kaka.. peace ah..
Srintil - lulusan ugm juga nih.. :p
December 10th, 2007 at 17:40
[...] Ada Apa dengan UGM?? [...]
December 10th, 2007 at 17:50
Alhamdulillah, untuk sementara masalahku selesai setelah orangtuaku diminta menulis surat pernyataan bertempelkan materai bahwasanya kami telah melunasi pembayaran SPMA sebesar 5 juta tersebut..
Walau demikian, masalah ini belum selesai sepenuhnya dan ibarat bom waktu.. suatu saat pasti akan meledak jika tidak segera dihentikan.
Yah.. untuk sementara aku bisa bernafas lega.. dan berhubung deadline pengumpulan skripsi yang makin dekat, masalah ini kupending dulu saja.. fokus ke skripsi dulu..



@srintil
Sepakat.. ga perlu lihat dia alumni mana, yang penting bisa memberikan manfaat yang besar bagi orang banyak. tapi emang aku pribadi juga agak heran dengan fenomena chauvinisme itu.. untuk lebih lengkapnya baca disini aja
@lambrtz
bilangin aja ke calon PresMa UGM yang baru kali ya?? mumpung lagi masa kampanye nih..
@yayan
wah.. aku nggak lagi mbahas masalah rangking UGM-ITB yan, jadi no comment aja deh
@RM@
makasih nasehatnya.. Alhamdulillah sekarang udah selesai masalahnya
January 9th, 2008 at 10:11
bongkar………bongkar……
January 11th, 2008 at 6:06
kalian masih mending, lha di fakultas ku udah 2 tahun ngurus KHS selalu beda2 kagak pernah beres, 5 kali ngurus nilai kagak pernah ada yang bener, trus pengajaran menjengkelkan, semester pendek nilai keluar telat eh gak boleh ganti mata kuliah, mana disuruh di tarik aja uange,,,, yo emann to yo wong nilai yang keluar telat tuh daper E, kalo gini mah kapan mau lulussss……
February 21st, 2008 at 14:27
[...] lagi, setelah SPMA-nya zaman dulu, dinyatakan hilang oleh pihak administrasi pembayaran UGM. Baca di sini. 12 Komentar sejauh ini Tinggalkan [...]
March 5th, 2008 at 18:59
Itu tidak hanya berlaku di UGM aja mas. Saya pernah menemukan kasus yang sama di Unhas, Unibraw, Unair. Tapi, disini kita harus liatnya per fakultas dong, bukan atas nama almamater. Di FE-UGM, administrasi nya baik-baik saja.
Kebijakan Rektorat (tingkat universitas) tidak mengurusi tetek bengeknya. Anda kan membandingkan dengan Prestasi tingkat dunia nya UGM dengan kasus anda, kan? itu tidak berkorelasi. Karena masalah administasi, itu kebijakan tingkat fakultas. Arahan memang ada dari rektorat untuk administrasi yang baik, tapi kan pelaksanaannya, tanggung jawan fakultas sepenuhnya, yah kan?
Jadi kalau mau menyalahkan, silahkan menyalahkan akademik FT anda.
Sebenarnya, ini juga jadi pelajaran buat fakultas lain, saran saya, publish ke KR!! tapi jangan pake nama lembaga universitas dong, cukup fakultas. Saya kira itu lebih fair.
Yang menentukan administrasi baik atau buruk ditentukan dari: sistem filling, infrastruktur sistem, kebijakan, dan…. yang terpenting: mental. he.he.he. mental minta dilayani bukan melayani. itu yang sering saya lihat di beberapa administasi fakultas atau univ. saat saya nganter teman bayar uang kuliah.
@srintil
Dari lulusan manapun dia, baik ugm, ui, itb, luar negeri, luar angkasa he.he., kalo udah dapet tempat enak n basah, berpotensi seperti yang anda tuduhkan.
Om dulu aktivitas mahasiswa dari UI saat ‘66, bersama teman2nya demo menentang pemerintah. Beliau miris, melihat teman2nya, yang ternyata banyak menjadi pejabat, pengusaha, malah melakukan hal-hal yang dulu mereka tentang.
Semua kembali masalah basic mental nya.
by the way, aku tetap cinta ugm, tempat aku banyak dapat ilmu, wawasan, dan pengalaman…