Tadi malam habis main-main ke Jogja Islamic Book Fair bareng kakek yang mau berangkat umrah selama bulan ramadhan nanti.. Pas mampir di salah satu stan -belakangan baru aku tahu kalo itu stannya GIP-, aku lihat koleksi Tafsir Fi Zhilalil Qur’an edisi lux yang versi 12 jilid, harganya didiskon 30% lho.. dari 1,1jutaan jadi 800ribuan kalo paket lengkap, atau 80ribuan kalo beli satuan.
Iseng-iseng aku nanyain yang edisi 24 jilid (softcover, cetakan lama).. eh, Alhamdulillah masih ada, mana harganya lebih murah lagi.. Diskonnya 40%!! kecuali jilid 1, 2, 23, & 24 diskonnya cuma 30%.. aku tanya kenapa kok diskonnya beda.. ternyata karena yang jilid tengah jarang dibeli.. kebanyakan belinya yang depan (juz 1 - 2, Al-Baqoroh dkk) dan yang belakang (juz 29 - 30) doang..

Kata masnya yang jaga stan sih, kalo mau beli lengkap 24 jilid dapet harga 500ribuan, tapi kalo ngecer ya 38ribu - disc 30/40%… Kebetulan -kalo kata ust.Satori sih ga ada itu yag namanya kebetulan, semuanya udah ditakdirkan :)- aku pas lagi butuh banget yang namanya tafsir Qur’an, dan Alhamdulillah, kemarin juga baru aja dapet rejeki nomplok.. ya udah deh, aku borong 5 jilid buat dibawa pulang ke rumah..
Tebak jilid berapa?? Hehehe.. aku beli jilid 1-2 & 22-24… Emang bener ya kata penjaganya.. yang paling laku emang yang paling depan sama yang paling belakang..
September 3rd, 2007 at 21:05
<p>Bener juga,, yang sering dibaca cuman edisi depan dan edisi belakang,, tapi bener gak sih katanya Tafsir Fi Zhilalil Qur’an itu sebenarnya tidak ‘bisa’ disebut Tafsir?</p>
September 4th, 2007 at 23:15
Kalo setahuku Syaikh Shalih Bin Fauzan Al Fauzan pernah mengatakan bahwa Fi Zhilalil Qur’an memang bukan sebuah Tafsir Qur’an melainkan penjelasan tentang makna Al-Qur’an atau mengenai Al-Qur’an, atau disebut sebagai Tafsir Tematik.
Masih menurut Syaikh Fauzan, Sayyid Quthb sendiri tidak menyatakan bahwa Fi Zhilalil Qur’an adalah sebuah tasir, beliau hanya menyatakannya sebagai sebuah Kitab berjudul Fi Zhilalil Qur’an.
Nah.. itu tadi menurut Syaikh Fauzan yang merupakan salah satu rujukan utama rekan-rekan salafi..
Kalau menurut K.H. Didin Hafiduddin, Fi Zhilalil Qur’an adalah Tafsir yang memiliki kelebihan karena menggabungkan antara Tafsir Bir Ra’yi dan Tafsir Bil Ma’tsur. Kombinasi yang menjadikan Tafsir ini memiliki hujjah yang kuat.
K.H. Ali Yafie (Ketua MUI) & Prof. Din Syamsudin bahkan mengatakan bahwa Fi Zhilalil Qur’an adalah Tafsir wajib baca bagi umat muslim.
Jadi kesimpulannya?? Ya Tafsir lah.. minimal Tafsir Tematik..
November 25th, 2007 at 11:12
antum ga bakal bisa seragama kecuali dengan mengikuti Ulama pewaris para nabi!!!
@ raf03. Memang siapa antum?? seenaknya ngambil pendapat yang disuka meninggalkan yg tidak cocok dengan hawa nafsu antum.
Allah Ta’ala berfirman:
“Barangsiapa menentang Rosul sesudah jelas baginya petunjuk yg menjelaskan petunjuk tersebut, dan mengikuti jalan2 selain jalan kaum Mu’minin. maka akan Kami biarkan dia di dalam kesesatannya itu dan Kami masukkah dia ke Neraka Jahannam, sesungguhnya Jahannam itu adl Seburuk2 tempat kembali.” QS An Nisa :116
Siapa Kaum Mu’minin ketika turun ayat tersebut?? Bukanlah para Sahabat Nabi?
Maka Ayat ini menunjukkan wajib mengikuti manhaj mereka!! kalau tidak ingin tersesat dari petunjuk dan dilemparkan ke jahannam
bertaqwalah kepada Allah! kembalilah kepada Al qur’an dan As Sunnah Ash Shohihah
Wallahu Musta’an
wallahu musta’an
November 25th, 2007 at 16:33
@ Muhammad
Saya? saya yang punya blog ini. Lha antum sendiri siapa?
Memangnya kalimat mana yang menunjukkan saya dengan seenaknya mengambil pendapat yang disuka meninggalkan yg tidak cocok dengan hawa nafsu saya?
Saya bersyukur & insyaALLAH akan selalu saya laksanakan nasehat antum untuk kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah.. karena itulah saya beli tafsir ini agar hidup saya dapat selalu berada dalam naungan Al-Qur’an.
Tapi saya ingin menegaskan satu hal: kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah adalah TIDAK SAMA dengan mengikuti manhaj orang-orang yang mengaku sebagai salafi.
February 22nd, 2008 at 12:00
Assalamualakum..
Akhi, semoga Allah merahmatikita semua…ambillah pelajaran yang baik dari tafsir fii zhilalil qur’an itu..insya Allah tafsir ini mengandung makna-makna Al-Quran yang baru kita ketahui setelah membacadan merenungkannya…Jikalau ada beberapa orang yang tidak sependapat dengan kandungannya atau tidak setuju dengan arah perjuangan sang syahid, Sayyid Quthb, janganlah saling mem-bid’ahkan, karena hanya Allah swt yang tau mana-mana hambanya yang layak masuk syurganya,…bukan kita yang memfonis seseorang itu bid;ah atau bukan
Jazakallah khairann
Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh